Senin, 04 Maret 2013

sistem kelistrikan pada sepeda motor


BAB III
KELISTRIKAN
L. KONSEP KELISTRIKAN
1. Pendahuluan
Setiap sepeda motor dilengkapi dengan beberapa rangkaian
sistem kelistrikan. Umumnya sebagai sumber listrik utama sering
digunakan baterai, namun ada juga yang menggunakan flywheel magnet
(alternator) yang menghasilkan pembangkit listrik arus bolak-balik atau
AC (alternating current). Bagian-bagian yang termasuk sistem kelistrikan
pada sepeda motor antara lain; sistem starter, sistem pengapian (ignition
system), sistem pengisian (charging system), dan sistem penerangan
(lighting system) seperti lampu kepala/depan (headlight), lampu belakang
(tail light), lampu rem (brake light), lampu sein/tanda belok (turn signal
lights), klakson (horn) dan lampu-lampu instrumen/indikator.
Sebelum pembahasan sistem kelistrikan tersebut, terlebih dahulu
akan dijelaskan beberapa komponen elektronik, konsep dan simbol
kelistrikan yang mendukung terhadap cara kerja sistem kelistrikan pada
sepeda motor. Selain itu, akan dibahas pula beberapa contoh konkrit
aplikasi/penggunaan komponen-komponen elektronika pada sepeda
motor.
2. Arus Listrik, Tegangan dan Tahanan
Untuk lebih memahami konsep tentang listrik, maka listrik
diilustrasikan sebagai air karena memilki banyak kesamaan
karakteristiknya. Gambar 3.1 di bawah ini menunjukkan dua buah wadah
yang terhubung satu dengan lainnya melalui sebuah pipa yang
dipersempit untuk menghambat aliran.
Tegangan (voltage) dapat diibaratkan beda ketinggian diantara
kedua wadah, yang menyebabkan terjadinya aliran air. Makin besar
perbedaan ketinggian air, makin kuat keinginan air untuk mengalir. Arus
listrik diibaratkan jumlah/volume air yang mengalir setiap detiknya,
melalui pipa. Sedangkan resistansi (tahanan) diibaratkan semua
hambatan yang dijumpai air saat ia mengalir di dalam pipa. Makin besar
pipa, makin kecil hambatan alirnya, sehingga makin besar arus air yang
mengalir. dan begitu sebaliknya.
Air yang mengalir pada suatu pipa dipengaruhi oleh besarnya
dorongan yang menyebabkan air tersebut mengalir dan besarnya
hambatan pada pipa. Besarnya dorongan untuk mengalir ditimbulkan
oleh perbedaan ketinggian air di kedua wadah, dan dalam kelistrikan
disebut tegangan atau beda potensial.
Besarnya hambatan pada pipa disebabkan banyak faktor, yaitu;
mutu permukaan dalam pipa, dan luas penampang pipa serta panjang
pipa.
                            Mutu permukaan pipa x panjang pipa
Hambatan alir = --------------------------------------------------
                                            Panjang pipa
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditentukan beberapa
persamaan karakteristik yang ada dalam kelistrikan, yaitu:
a. Hambatan alir sama dengan Resistansi ( R )
b. Mutu permukaan dalam pipa sama dengan nilai hambat jenis
(specific resistivity) dari kawat penghantar, dilambangkan dengan
�� (rho), yaitu nilai hambatan yang timbul akibat jenis bahan yang
digunakan sebagai penghantar.
c. Luas penampang pipa sama dengan luas penampang kawat
penghantar, dilambangkan dengan A.
d. Panjang pipa sama dengan panjang penghantar, dan
dilambangkan dengan l.
Arus listrik merupakan sejumlah elektron yang mengalir dalam tiap
detiknya pada suatu penghantar. Banyaknya elektron yang mengalir ini
ditentukan oleh dorongan yang diberikan pada elektron-elektron dan
kondisi jalan yang akan dilalui elektron-elektron tersebut. Arus listrik
dilambangkan dengan huruf I dan diukur dalam satuan Ampere.
Tegangan listrik (voltage) dapat diyatakan sebagai dorongan atau
tenaga untuk memungkinkan terjadinya aliran arus listrik. Tegangan listrik
dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Tegangan listrik searah (direct current /DC)
b. Tegangan listrik bolak-balik (alternating current / AC)
Tegangan listrik DC memungkinkan arus listrik mengalir hanya
pada satu arah saja, yaitu dari titik satu ke titik lain dan nilai arus yang
mengalir adalah konstan/tetap. Sedangkan tegangan listrik AC
memungkinkan arus listrik mengalir dengan dua arah, pada tiap-tiap
setengah siklusnya. Nilainya akan berubah-ubah secara periodik.

Resistansi (tahanan) dapat diartikan sebagai apapun yang
menghambat aliran arus listrik dan mempengaruhi besarnya arus yang
dapat mengalir. Pada dasarnya semua material (bahan) adalah konduktor
(penghantar), namun resistansi-lah yang menyebabkan sebagian material
dikatakan isolator, karena memiliki resistansi yang besar dan sebagian
lagi disebut konduktor, karena memiliki resistansi yang kecil.
Resistansi ada pada kawat, kabel, body atau rangka sepeda
motor, namun nilainya ditekan sekecil mungkin dengan menggunakan
logam-logam tertentu yang memiliki nilai �� yang rendah.
Resistansi ada yang dibuat dengan sengaja untuk mengatur
besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian tertentu, dan
komponen yang memiliki nilai resistansi khusus

0 komentar: